B i o g r a f i   S i n g k a t

 

 

Pengungsian di Jogyakarta

 

Begitulah, selepas pengungsian Agresi Pertama 1947, R. Soeprapto tidak kembali lagi ke Pekalongan. Ia meneruskan kariernya di Pengadilan Cirebon, lalu ke Yogya sebagai Ketua Pengadilan Tinggi merangkap hakim militer. Di Yogya pula jabatannya mulai bergeser ke Penuntut Umum. Masa itu lembaga jaksa agung masih seatap dengan Departemen Kehakiman, yang menteri kehakiman sebagai koordinator.

 

Banyak kalangan militer menduga, masuknya R. Soeprapto ke pengadilan militer dan kariernya menanjak karena  keberhasilannya memutus mati buat Kutil. Wadyono mengungkapkan hal ini pada Anton Lucas  yang menulis buku “Peristiwa Tiga Daerah Revolusi Dalam Revolusi” sebaliknya dalam buku itu terungkap bahwa R. Soeprapto justru bukan karena kesepihakannya terhadap militer atau kekuasaan pada waktu itu, tetap memang karena memegang teguh peraturan. Mr. Adicondro sebagai anggota tim pembela dalam kasus Tiga Daerah , menolak anggapan Wadyono, “Justru Soeprapto telah menunjukkan sikapnya sebagai 100% pegawai yang baik, patuh pada atasan dan tidak tertarik kepada ideology,’ katanya.

 

Jatuhnya hukuman mati pada Kutil semata-mata karena si terpidana mati pertama setelah proklamasi ini dinilai oleh hakim sebagai orang yang kejam, melakukan pembunuhan dan kekacauan yang mengganggu masyarakat dan pemerintah yang sah. Soal terpidana lain yang diberi amnesty, itu memang prerogatif presiden ; bukan urusan hakim yang memutus lagi.

 

Dihubungkan dengan “kesetiaan” terhadap urun-rembuk sang istri “mbok jangan ikut partai, “ maka jelaslah bagaimana sikap Soeprapto yang berpijak sungguh-sungguh di lapangan penegakkan hokum. Di bidang ini, orang kadang harus berdebat: mustikah penegak hokum itu steril politik ataukah ikut dalam kekuasaan.

 

Terlepas dari perdebatan dimanakah tempat penegak hokum dalam struktur kekuasaan,  Soeprapto telah menunjukkan sikapnya : tekun dan tidak tertarik  kepada ideology politik siapapun yang sedang berkuasa. Kewibawaannya bukan cantelan politik, omong besar dan pendekatan yang “hangat” dengan kobaran demagogis. Melainkan karena kemampuannya yang andal dalam administrasi peradilan. Pula keteguhan memegang hukum untuk memecahkan masalah-masalah atau kasus hukum. Ia memang pekerja keras dan berpendirian

 

 

 

R.Soeprapto Bapak Kejaksaan RI

Masa Sekolah dan Dinas

Dinas di Pekalongan

Pengungsian di Jogyakarta

zaman Parlementer

Sidang Para Menteri & Jenderal

Mengakhiri Masa Jabatan

Da ftar Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan

Lambang Keberanian , Kecerdasan & Ketelitian



Kantor Pemasaran Buku 

Mengadili Menteri Memeriksa Perwira

 

Wijaya Graha Puri ,Blok A 3-4

Jl. Wijaya II ,Jakarta 12160 - Indonesia

Phone: +6221-7262762

Fax:+6221-72797569

email : info@rsoeprapto.com


Penerbit
Gramedia Pustaka Utama
Foto R.Soeprapto

 

Copyright © 1999-2001 Daksa-Studio Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian tampilan dan/atau isinya
dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari
Daksa-Studio